DIY Susul DKI Jakarta Untuk Gelar Sekolah Tatap Muka

Kolompendidikan.id – Seperti halnya yang kita ketahui bahwa pendidikan merupakan aspek dan sektor yang sangat penting bagi setiap negara. Bagi setiap anak atau pelajar, pendidikan merupakan hal yang sangat dibutuhkan karena mereka memiliki cita-cita dan impian yang harus mereka wujudkan. Oleh sebab itu, tidak bisa dipungkiri bahwa setiap anak atau pelajar haruslah mendapatkan pendidikan yang terbaik dan berkualitas.

Perihal pendidikan yang baik dan efektif, haruslah dilakukan disaat pendidik dan pelajar bertemu secara tatap muka secara langsung agar mereka bisa melakukan proses belajar mengajar secara nyaman. Selain itu tatap muka dianggap pembelajaran paling efektif karena akan banyak hal yang bisa dilakukan dari proses belajar itu, guru bisa langsung mengajari secara langsung di kelas, saat ada pelajaran kelompok juga anak bisa langsung dibagi ditempat, dan yang terpenting saat anak ada yang dibingungkan atau ada yang belum bisa dari materi yang diajarkan, maka mereka bisa langsung bertanya kepada gurunya.

Berbicara pembelajaran tatap muka, di Indonesia masihlah sangat sedikit yang telah membuka pembelajaran tatap muka dan pemerintah pusat melalui Kemendikbud akan selalu berusaha dan mengupayakan bahwa pendidikan tatap muka bisa segera dilakukan secara meluas. Terakhir informasi yang sudah didapat oleh kami dan sudah kami publish bahwa DKI Jakarta telah menggelar uji coba sekolah tatap muka. Kemudian, Menyusul Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang menggelar uji coba sekolah tatap muka pada hari Rabu 7 April 2021, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga melakukan langkah serupa. Nanti, pada tanggal 19 April 2021 ada 10 sekolah yang siap membuka pembelajaran tatap muka. Saat dikonfirmasi, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menerangkan pelaksanaan tatap muka dilakukan di sepuluh SMA dan SMK percontohan yang ditunjuk. Sepuluh sekolah tersebut antara lain:

  1. SMAN 1 Pajangan, Bantul
  2. SMAN 1 Gamping, Sleman
  3. SMAN 1 Sentolo, Kulonprogo
  4. SMAN 6 Yogyakarta
  5. SMAN 2 Playen, Gunungkidul
  6. SMKN 1 Wonosari, Gunungkidul
  7. SMKN 1 Yogyakarta
  8. SMKN 1 Pengasih, Kulonprogo
  9. SMKN 1 Bantul
  10. SMKN 1 Depok Sleman
Lihat Juga:  Belajar Mengajar Tatap Muka Disaat Pandemi ?

“Kita sudah membolehkan (pembelajaran) tatap muka untuk mahasiswa dan SMA April ini. Pertengahan April nanti uji coba di 10 sekolah,” terang Aji pada garu Rabu 7 April 2021.

Aji mengatakan, seluruh guru dan tenaga kependidikan di sepuluh sekolah tersebut telah menerima suntikan vaksin Covid-19 hingga dosis kedua. Upaya itu menjadi syarat mutlak untuk menggelar pembelajaran luring dalam rangka mencegah penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Guru sebagian besar sudah (divaksin). Sepuluh sekolah itu ada 800 orang dia sudah melaksanakan vaksin dosis dua,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemda DIY juga telah mengizinkan perguruan tinggi untuk menggelar kuliah tatap muka secara terbatas.

“Ini kan perguruan tinggi minta izin melaksanakan Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) secara offline. Mereka sudah menyiapkan segalanya untuk mencegah penularan. Nanti para calon peserta kita minta bawa hasil negatif (swab antigen),” tandasnya.

Seperti yang sudah dijelaskan dan diketahui bahwa bagi sekolah yang akan menggelar pembelajaran tatap muka diharuskan seluruh tenaga pendidik sudah divaksinasi. Seperti yang dikatakan oleh Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya bahwa guru di sekolah tersebut harus sudah divaksinasi terlebih dahulu.

Lihat Juga:  Ingin Daftar Sekolah Kedinasan Namun Terkendala NIK dan KK? Simak Infonya Disini

“Uji coba kemungkinan tanggal 19 April karena vaksinasi terbentuk 28 hari dari vaksin pertama. Vaksin pertama 19 Maret jadi sampai tanggal 16 April (terbentuk 28 hari). Kebetulan 16 April ini juga libur awal puasa, jadi mulai 19 April,” jelas Didik.

Sementara untuk guru-guru lain, sejak 6 April 2021, sudah ada 4.000 guru yang telah menjalani vaksinasi corona. Begitu juga guru-guru di kabupaten/kota seluruh DIY. Selain itu, ia juga memastikan tenaga pendidik dan kependidikan sekolah-sekolah tersebut telah melaksanakan vaksinasi Covid-19. Kesepuluh sekolah itu juga diminta untuk memenuhi persyaratan lainnya berkaitan dengan protokol kesehatan dan pendataan Covid 19. Misalnya, melengkapi pendataan guru-guru atau tenaga kependidikan yang ada. Dalam hal ini, sekolah diminta untuk lebih merinci lagi mulai dari daerah asal, jenis transportasi, hingga informasi kesehatan warga sekolahnya.

“Nantinya, data-data guru itu harus dilengkapi. Mulai mereka berangkat dari mana, menggunakan kendaraan apa, tinggal di zona apa. Lalu apakah mereka punya penyakit komorbid atau tidak, sekolah itu sudah harus punya data-data itu,” jelasnya.

Dan untuk prasarana protokol kesehatan yang perlu disiapkan di antaranya fasilitas pendukung seperti tempat cuci tangan, hingga alat pelindung diri dari masker hingga face shield. Selain itu jam masuk siswa juga harus diatur sedemikian rupa agar seluruh pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *