Kekerasan Seksual Masih Kerap Terjadi, Inilah Cara yang Bisa Digunakan Untuk Melindungi

Kolompendidikan.id – Ilmu pengetahuan dan juga Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap anak. Dan setiap anak berhak untuk mendapatkannya, serta mereka juga berhak mendapatkan perlakuan yang sama tanpa adanya perbedaan. Karena memang pada dasarnya seluruh rakyat di Indonesia ini memiliki keunikannya masing-masing dan juga memiliki adat, budaya, logat serta ciri khas masing-masing sehingga tidak bisa disama ratakan dengan yang lain. Namun, walaupun berbeda-beda, Indonesia akan selalu menganut paham slogan mereka yakni Bhinneka Tunggal Ika yang mana walaupun mereka berbeda, namun haruslah saling menghargai.

Namun, tak semuanya akan berjalan secara garis lurus. Akan selalu ada hambatan, rintangan dan kasus yang tak bisa dihindarkan. Sehingga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kembali menyebutkan tiga dosa besar dalam pendidikan di Indonesia. Tiga dosa tersebut ialah Pelecehan seksual, intoleransi, dan perundungan atau lebih dikenal dengan nama pembullyan.

“Ketiga hal tersebut sudah semestinya tidak lagi terjadi di semua jenjang pendidikan yang dialami oleh peserta didik kita. Khususnya perempuan,” ungkap Nadiem saat memperingati Hari Perempuan Internasional bulan lalu.

Kasus kekerasan seksual ini tidak hanya bisa terjadi di lingkungan masyarakat tapi juga cukup rentan terjadi di lingkungan sekolah. Lantas seperti apa langkah yang harus diambil untuk bisa melindungi diri dari kekerasan seksual di sekolah? Dari informasi yang kami lansir dari laman Direktorat SMP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kekerasan seksual adalah tindakan yang menjurus ke arah aktivitas seksual pada anak. Baik melalui paksaan, tekanan, atau tipu muslihat tanpa persetujuan dari korban. Perlu diketahui baik orangtua maupun siswa, bentuk kekerasan seksual pada anak dapat berwujud aktivitas seksual pada anak. Baik melalui paksaan, tekanan, atau tipu muslihat. Ada banyak ragam tindakan yang termasuk ke dalam kekerasan seksual. Contohnya seperti mengirimkan atau mempertontonkan konten pornograrfi, menceritakan lelucon seksual atau aktivitas seksual yang membuat tidak nyaman, meminta atau memaksa melakukan hubungan seksual, hingga prostitusi dan juga eksploitasi seksual.

Lihat Juga:  Kebijakan Gubernur Ridwan Kamil Membolehkan Sekolah Tatap Muka di Jawa Barat

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh pemerintah terkait pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Mendikbud Nadiem Makarim menyampaikan bahwa saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik perempuan. Dengan diterapkannya Permendikbud nomor 82 tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan untuk tingkat PAUD, Dasar dan Menengah. 

“Saat ini Kemendikbud juga tengah mendiskusikan rancangan Permendikbud pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Mekanisme terbaik untuk menerima dan menindaklanjuti laporan tiga dosa besar pendidikan di PAUD, sekolah dasar, menengah yang datang dari siswa, guru atau masyarakat,” kata Nadiem.

Kemudian setelah mengetahui hal diatas, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melindungi dari kekerasan seksual dalam diri anak, diantaranya yaitu :

Lihat Juga:  Intip Perguruan Tinggi Negeri Islam yang Paling Diincar oleh Para Siswa pada SPAN-PTKIN 2021

1. Pahami tubuh yang termasuk bagian privat

Siswa SMP harus paham area-area tubuh yang termasuk privasi. Bagian tubuh tersebut tidak boleh ditatap terlalu lama dan tidak boleh disentuh oleh orang lain tanpa izin dari kita. Contohnya seperti area dada, kemaluan, dan pantat.

2. Menjauhi lingkungan pergaulan yang kurang baik

Selain itu siswa harus menjauhi lingkungan pergaulan yang kurang baik. Jika ada teman yang mengajak melakukan tindakan-tindakan asusila, seperti menonton video porno, melecehkan seseorang secara visual, atau menyentuh area privat seseorang, sebaiknya dengan tegas menolaknya dan jangan diikuti. Dengan begitu, kamu akan terhindar dari kekerasan seksual, baik menjadi pelaku maupun korban.

3. Berani melawan kekerasan seksual

Fakta di lapangan, masih banyak korban kekerasan seksual yang tidak berani melawan ataupun melaporkan kejahatan ke pihak berwajib karena malu. Padahal, kekerasan seksual haruslah dilawan agar memberikan efek jera kepada pelakunya. Jika mengalami kekerasan seksual, segera berteriak dan laporkan kepada guru dan orangtua. Lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa aman dan juga nyaman kepada peserta didik. Tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman dalam kegiatan pembelajaran, tapi juga harus memberikan rasa aman dari kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan perundungan (bullying). Oleh karena itu, seluruh elemen sekolah harus bekerja sama dan bersinergi dengan baik untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *