Mau Dapat Kuota Bantuan Kemendikbud? Simak Ketentuannya!

Kolompendidikan.id – Seperti yang kita ketahui bahwa hingga saat ini pandemic covid-19 masih menjadi halangan, rintangan, dan Batasan bagi seluruh masyarakat dunia tak terkecuali dengan Indonesia. Seluruh aspek juga terdampak dari adanya pandemi covid-19 ini. Seluruhnya sebisa mungkin untuk dikerjakan secara virtual atau online guna untuk meminimalisir penyebaran virus covid-19 ini.

Sektor yang tak kalah pentingnya yang terdampak dari adanya pandemi covid-19 ini ialah sektor pendidikan. Sektor ini menjadi hal yang sangat dan perlu diperhatikan oleh pemerintah pusat karena seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan merupakan sektor yang penting disebuah negara. Pendidikan juga menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh setiap negara karena sektor ini juga bisa menjadi sektor yang mempengaruhi kemajuan dari sebuah negara. Semakin bagus pendidikan dan sistem pembelajaran dari negara tersebut, maka semakin baik dan berkualitas juga pelajar, tenaga pendidik, dan masyarakat yang ada di negara tersebut. Namun jika pendidikan dan sistem pembelajaran suatu negara tersebut buruk, maka kualitas dari pelajar, pendidik, dan masyarakatnya juga akan kurang.

Begitu pentingnya pendidikan maka pemerintah pusat melalui Kemendikbud akan selalu mengupayakan untuk tetap menjalankan pendidikan walaupun sampai saat ini masih berada di dalam situasi dan kondisi pandemi covid-19. Namun, dengan tetap berjalannya pendidikan pada masa pandemi covid-19 maka pendidikan juga harus menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh atau daring (online). Sehingga seluruhnya harus menggunakan fasilitas yang mendukung untuk belajar selama pembelajaran menggunakan sistem online.

Lihat Juga:  Kisah R.A. Kartini, Perjuangan Demi Pendidikan Wanita Pribumi

Mengingat pembelajaran online haruslah menggunakan jaringan internet dan juga kuota internet, maka pemerintah ingin selalu mengupayakan dan berusaha untuk membantu bagi para pelajar maupun tenaga pendidik agar proses pembelajaran tetap berjalan dengan cara Kemendikbud akan memberikan kuota internet gratis. Bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) 2021 akan kembali disalurkan bulan ini. Menurut jadwal, pencairan kuota Kemendikbud dilakukan setiap bulannya pada tanggal 11-15 pada bulan Maret, April, dan Mei. Penerima bantuan, yang berhak mendapatkan kuota adalah semua yang menerima bantuan kuota pada November-Desember 2020 dan nomornya aktif akan otomatis menerima bantuan kuota pada April 2021. Namun, ada pengecualian bagi mereka yang pernah mendapatkan bantuan, tapi tidak digunakan sampai habis atau penggunaannya di bawah 1 GB maka tidak bisa menerima bantuan ini lagi.

Dari informasi yang diperoleh dari kanal Youtube Kemendikbud, berikut bantuan kuota yang diterima setiap jenjang:

  • Peserta Didik Jenjang PAUD, 7 GB/bulan.
  • Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, 10 GB/bulan.
  • Pendidik Jenjang PAUD dan Pendidikan Dasar dan Menengah, 12 GB/bulan.
  • Dosen dan Mahasiswa, 15 GB/bulan
Lihat Juga:  12 Dokter Baru Mengambil Sumpah di Fakultas Kedokteran UIN Jakarta

Kemudian bagi penerima kuota bantuan Kemendikbud juga memiliki beberapa syarat yang harus mereka penuhi, diantaranya yaitu :

1. Peserta didik PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah

  • Terdaftar di aplikasi Dapodik
  • Memiliki nomor ponsel aktif atas nama peserta didik/orang tua/anggota keluarga/wali.

2. Pendidik PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah

  • Terdaftar di aplikasi Dapodik dan berstatus aktif
  • Memiliki nomor ponsel aktif.

3. Mahasiswa dan dosen

Mahasiswa:

  • Terdaftar di aplikasi PDDikti, berstatus aktif dalam perkuliahan atau sedang menuntaskan gelar ganda (double degree)
  • Memiliki nomor ponsel aktif.

Dosen:

  • Terdaftar di aplikasi PDDikti dan berstatus aktif Memiliki nomor registrasi (NIDN, NIDK, atau NUP)
  • Memiliki nomor ponsel aktif.

Kuota tersebut akan berlaku selama 30 hari sejak diterima. Semisal, jika menerima pada 11 Maret 2021, maka akan aktif sampai 10 April 2021. Kemudian, penyaluran kuota internet dilakukan dari Maret sampai Mei 2021, sehingga masa aktif terakhir sampai Juni 2021. Namun tidak seperti tahun lalu, kuota kali ini tidak dibagi lagi. Sehingga semuanya adalah kuota umum. Hanya saja ada beberapa yang tidak bisa diakses dengan kuota ini, yaitu Twitter, Instagram, Facebook, Tiktok dan situs yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *