Orang Tua, Yuk Ajari Anak Untuk Sabar Sejak Usia Dini

Kolompendidikan.id – Pendidikan memiliki banyak hal. Ilmu pengetahuan, ilmu materi, teori, praktek, dan masih banyak yang lainnya yang bisa kita ambil. Memang luas jangkauan dari pendidikan. Ilmu pengetahuan bisa dicari dimanapun kita berada. Tidak hanya masalah tempat dan waktu saja. Ilmu tidak hanya bisa didapatkan hanya saat kita di dalam kelas, namun juga bisa kita dapatkan disaat kita bersosialisasi dengan orang lain, atau pun juga bisa saat kita melakukan kegiatan Bersama teman yang lain, dan sebagainya.

Ilmu pengetahuan wajib dicari oleh setiap manusia, lebih-lebih lagi jika anda seorang pelajar. Pelajar sangatlah membutuhkan banyak ilmu yang harus mereka serap dan dapatkan. Pendidikan dan ilmu sangat dibutuhkan oleh pelajar karena dengan itu semua, mereka bisa berusaha untuk selalu melanjutkan studi mereka ke jenjang yang lebih tinggi, dan juga dengan semua itu mereka bisa mewujudkan cita-cita mereka di masa mendatang.

Menjadi seorang yang berpendidikan, berpengentahuan, berwawasan luas, serta berperilaku baik merupakan impian setiap orang dan setiap pelajar. Semua itu harus didapatkan dengan porsi yang baik dan seimbang. Mengapa? Karena semuanya akan sangat berhubungan satu sama lain. Dan jika itu semua bisa tercapai, maka seseorang tersebut bisa menjadi seorang yang baik dan hebat, baik dari segi dalamnya, maupun perilakunya.

Seseorang dalam menjalani pendidikan tidak boleh hanya bisa untuk menuntut ilmu di dalam kelas saja yang mana hanya berisi mengenai pembelajaran materi saja. Namun, seorang pelajar harus bisa menuntut ilmu di lingkungan sekitar mereka untuk mendapatkan ilmu kehidupan yang bisa mereka gunakan untuk menjalani hidup berdampingan dengan orang lain.

Lihat Juga:  UNS Berprestasi

Seseorang yang pandai namun tidak berakhlak dan tidak memiliki attitude yang baik, maka akan sia-sia saja pendidikannya. Karena orang yang memiliki ilmu tinggi dan ilmu yang banyak, maka dia akan semakin mengetahui bahwa dirinya itu tidak ada apa-apanya, sehingga dia akan selalu rendah hati dan tidak menyombongkan dirinya dihadapan orang lain.

Disamping itu, dalam menghadapi berbagai macam jenis orang atau teman, kita harus senantiasa mengontrol segala macam hal yang akan dilakukan. Dan juga, disaat ada hal yang kurang cocok menurut apa yang kita pikirkan, kita harus bersabar untuk menemukan jalan keluarnya. Berbicara mengenai kesabaran, perkembangan teknologi yang saat ini telah terjadi menjadikan semuanya cepat dan instan. Sayangnya, terbiasa dengan dunia yang serba cepat, rentan membuat anak-anak menjadi pribadi yang kurang sabar. Inginnya semua serba cepat, seperti secepat jaringan internet di rumah. Itulah mengapa, sangat penting untuk mengajak anak melakukan kegiatan yang dapat melatih kesabaran agar bisa memahami pentingnya sebuah proses. Bahwa proses tak selamanya instan, kadang butuh waktu yang lebih lama.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Bing Nursery School dari Standford University terhadap anak usia 3 hingga 4 tahun, ditemukan bahwa anak yang lebih sabar ternyata cenderung tumbuh lebih cerdas. Sehingga, mengajarkan kesabaran pada anak sedini mungkin sangat penting untuk masa depannya. Berikut pilihan kegiatan yang dapat melatih kesabaran anak:

Bermain Teka Teki Bersama

Dilansir dari laman Sahabat Keluarga Kemendikbud, anak prasekolah, tepatnya mulai 4 sampai 6 tahun memang senang bermain teka-teki. Kesenangan ini muncul karena pengaruh lingkungan ketika anak sudah bersosialisasi dengan teman-temannya yang sebaya maupun berumur di atasnya.

Lihat Juga:  Terbaru!!! Inilah Tips dan Rekomendasi Jurnal Ilmiah Sebagai Referensi Belajar

Misalnya dengan cara bertanya, ”Aku buah-buahan, rasanya manis, rambutku banyak dan warnaku merah, apa hayo?”

Permainan teka-teki dapat mengasah kreativitas dan memperkaya wawasan anak. Karenanya, sebaiknya orang tua menanggapi pertanyaan teka-teki anak. Memikirkan dan menjawabnya secara serius sehingga anak merasa dihargai. Hindari jawaban asal-asalan yang bisa membuat anak malas memberikan soal teka-teki lagi. Melalui permainan ini, anak juga bisa dilatih kesabaran untuk menemukan jawaban yang tepat, memahami bahwa salah tebak bukan hal yang buruk, selama anak terus berusaha mencari jawaban yang benar.

Menanam Tanaman

Menanam tanaman di rumah bisa menjadi pilihan selama liburan atau selama anak belajar dari rumah. Orangtua dapat mengajak anak untuk menanam buah, sayuran atau bunga yang disukainya. Kegiatan ini dapat mengajarkan anak tentang apa itu proses, bahwa tumbuhan memerlukan proses dan perawatan agar bisa tumbuh dengan baik. Anak juga bisa belajar tentang tanggung jawab dalam merawat tanaman tersebut, seperti menyiramnya setiap hari, hingga tanaman tumbuh dengan baik.

Mengajak Anak untuk membuat kue atau roti

Proses membuat kue harus melewati beberapa tahap. Mulai dari menyiapkan bahan, peralatan, mengolah bahan kue, memanggang kue, hingga menghias kue. Selain belajar keterampilan memasak, proses ini mengajarkan anak kesabaran untuk melewati serangkaian tahap. Setelah kue matang, orangtua juga bisa menekankan pentingnya menghargai makanan karena proses pembuatannya tidaklah mudah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *