Pentingnya UKS Disaat Pembelajaran Tatap Muka

Kolompendidikan.id – Sebuah sekolahan merupakan tempat dimana para pelajar bisa menuntut dan mendapatkan pendidikan dan juga ilmu pengetahuan. Mereka sangat membutuhkan tempat tersebut guna melangsungkan pelajaran. Setiap pelajar sangat membutuhkan pendidikan dan ilmu pengetahuan karena itu merupakan bekal mereka di masa depan. Mereka pastinya memiliki impian, keinginan, dan juga cita-cita yang akan mereka wujudkan di masa depan guna untuk bekal bekerja mereka. Karena di masa depan mereka haruslah bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka juga.

Tak bisa dipungkiri bahwa sekolah merupakan hal yang sangat penting, maka fasilitas di dalamnya haruslah mencukupi dan juga baik kualitasnya agar bisa selalu mendukung dan mendorong pembelajaran yang baik untuk para pendidik dan juga para pelajar.

Salah satu fasilitas atau tempat yang sangat dibutuhkan dan diharuskan ada di sekolahan yakni Usaha Kesehatan Sekolah yang lebih akrab disebut dengan nama UKS. Fasilitas ini sangatlah penting dan harus ada disetiap sekolah. Mengapa demikian? Karena dalam pembelajaran atau aktivitas lainnya, tak akan jauh dari kata kecelakaan, baik disengaja maupun tidak sengaja. Sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut, maka jika ada kejadian atau kecelakaan, siswa atau pendidik bisa dibawa ke UKS tersebut untuk mendapatkan penanganan pertama.

Nah, berbicara mengenai UKS, fasilitas ini merupakan hal yang paling penting, dibutuhkan dan sangat mendorong untuk keberlangsungan pembelajaran tatap muka. Sejak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan lampu hijau diadakan belajar tatap muka terbatas, beberapa daerah sudah melakukan uji coba. Belajar tatap muka terbatas boleh dilakukan, asal semua guru dan tenaga kependidikan di masing-masing sekolah telah mendapatkan vaksin lengkap. Selain itu, peserta didik yang mengikuti tatap muka terbatas harus mengantongi izin dari wali murid atau orangtuanya. Melakukan belajar tatap muka di tengah pandemi Covid-19, tentunya harus disertai dengan disiplin penerapan protokol kesehatan.  Alhasil proses belajar mengajar di sekolah tetap bisa berjalan dan kesehatan semua pihak juga tetap terjaga.

Lihat Juga:  Aturan Main PTM Terbatas

Direktur SMP Ditjen PAUD Dikdas Dikmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mulyatsyah mengatakan, segalanya harus dipersiapkan dengan matang untuk menjamin keselamatan seluruh elemen pendidikan di sekolah.

“Kesehatan serta keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran,” terang Mulyatsyah seperti yang telah dikutip dari laman Direktorat SMP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada hari Sabtu 10 April 2021.

Mulyatsyah menyampaikan, berbagai faktor yang harus dipertimbangan dalam memulai pembelajaran tatap muka, antara lain:

  1. Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan.
  2. Kesiapan fasilitas layanan kesehatan di sekolah seperti Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
  3. Persetujuan komite sekolah atau perwakilan wali murid.
Lihat Juga:  KJP Plus Sudah Cair, Berikut Mekanisme dan Besarannya.

Keberadaan dari UKS ini menurut Mulyatsyah sangatlah penting. Mengapa demikian? Karena UKS ini menjadi pendorong dan pendukung dalam pembelajaran tatap muka. Fasilitas ini berperan penting dalam pengadaan sanitasi di sekolah, seperti pengadaan handsanitizer, obat-obatan pertolongan pertama, dan yang lainnya. Menurut dia, Direktorat SMP telah merencanakan program Pembinaan dan Pengembangan UKS tahun 2021 untuk satuan pendidikan jenjang SMP. Pembinaan dan pengembangan UKS adalah sebuah program yang bertujuan membina dan mengembangkan UKS untuk meningkatkan mutu pendidikan serta prestasi belajar siswa yang tercermin dalam perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal di lingkungan sekolah,” kata Mulyatsyah.

Lewat program UKS ini, lanjut dia, pihak sekolah akan menerima bantuan dari pemerintah untuk mengembangkan UKS. Bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang proses PTM seperti: Menyediakan alat protokol kesehatan (masker, disinfektan, thermogun, dan sebagainya). Memastikan ketersediaan sanitasi yang baik. Meningkatkan pelayanan UKS yang maksimal.

“Diharapkan lewat program ini sekolah dapat memanfaatkan dan mempertanggungjawabkan bantuan yang diberikan dengan maksimal agar dapat menjamin kesehatan dan juga keselamatan seluruh elemen pendidikan di lingkungan sekolah,” tutup Mulyatsyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *